Wedding

Mahar = Art on the wall?????

Assalamu’alaikum gorgeous!

I don’t get the point why people nowadays seem to like to hang their “Mahar” on the wall… ๐Ÿ˜†

What’s the point?? I thought Mahar is something that entirely belong to the moslem bride, that can be useful for her own needs. Something worthy. It’s like the first “nafkah” from our husband. And I couldn’t see, why on earth, women love to make a creation from the money, and they frame it, and then they hang it on the wall. ๐Ÿ˜† Isn’t it mubazir?? Isn’t it useless??? zzzzzzzzzzzzzzzzz…

This is the example ๐Ÿ˜€ and believe me, it’s made from M.O.N.E.Y!!!! :

38850_maharhias3dframepigurabingkaiuangjakartamaskawinseserahanhantaranindonesiasouvenir Mahar = Art on the wall?????

This is what I found about Mahar..

Mahar dan Nilai Nominal

Mahar ini pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka. Itulah sebabnya seorang dibolehkan menikahi budak bila tidak mampu memberi mahar yang diminta oleh wanita merdeka. Kata โ€˜tidak mampuโ€™ ini menunjukkan bahwa mahar di masa lalu memang benar-benar harta yang punya nilai nominal tinggi. Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya.

Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal tertentu. Misalnya uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, deposito syariah, saham, kontrakan, perusahaan atau benda berharga lainnya.

Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat, tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suamiyang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya.

Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang โ€˜mata duitanโ€™, banyak wanita muslimah yang lebih memilih mahar semurah itu. Lalu diembel-embeli dengan permintaan agar suaminya itu mengamalkan Al-Quran. Padahal pengamalan Al-Quran itu justru tidak terukur, bukan sesuatu yang eksak. Sedangkan ayat dan hadits yang bicara tentang mahar justru sangat eksak dan bicara tentang nilai nominal. Bukan sesuatu yang bersifat abstrak dan nilai-nilai moral.

Justru embel-embel inilah yang nantinya akan merepotkan diri sendiri. Sebab bila seorang suami berjanji untuk mengamalkan isi Al-Quran sebagai mahar, maka mahar itu menjadi tidak terbayar manakala dia tidak mengamalkannya. Kalau mahar tidak terbayar, tentu saja akan mengganggu status perkawinannya.

For more details, you can read it here.

I know it doesn’t have to be so expensive, but at least it is valuable, and you, yes you, the women could use it, not just “SEE” it on the wall…hahahahaha..

This phenomenon is so damn funny… ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜€ If you could explain to me, what’s the point of making those money-art, please explain it to me.. So maybe I could change my point of view to all those “junk” things.. ๐Ÿ˜€

*****

Wasalamu’alaikum!

Ola Aswandi | Twitter @olanatics | IG olanatics

DO NOT COPY & PASTE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION

Copyright of olanatics.com

You may also like...

6 Comments

  1. AF says:

    di to dong? kaboorrr…..

    1. hohohohoho… the groom run away!!!!!
      ciaaaaat!!!! *tendangpantat*

  2. AF says:

    Sip dagh… brati ga perlu siapin budget buat Mahar.. makasih ya… wakakkaka….

    1. gubraaaaaaaakssssss….
      no mahar no dong.. hihihiihhi…

  3. AF says:

    Jadi maharnya apa neh? LM or USD? hehehe…

    1. lol.. sorry, I only accept Euro… ๐Ÿ˜›

Let's have a nice discussion here!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.