Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Betadine-Sabun-Cair-cover-2 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Assalamu’alaikum fellow readers!

Alhamdulillah.. tanggal 8 Juni kemarin saya sudah melahirkan anak kedua kami. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, dan saya sangat bersyukur dedek bayi lahir dalam keadaan selamat, sehat, dan sempurna. Rencananya saya akan tulis satu postingan tersendiri mengenai proses kelahiran baby #2 ini.. Ditunggu yaa.. 😀

Betadine-Sabun-Cair-7 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Nahhh, masa-masa pasca melahirkan seperti sekarang ini, saya dituntut untuk menjaga kebersihan tubuh, terutama jahitan pada area Perineum yang memerlukan perawatan intensif. Saya harus bersihkan dan juga kompres pakai kasa dan juga Betadine sampai jahitannya mengering.

Betadine??

Iyaa..

Siapa yang gak kenal sama Betadine??

Saya rasa semua orang tahu apa itu Betadine. Dari jaman saya masih kecil sudah akrab sama yang namanya Betadine, apalagi dulu saya tipe anak outdoor, yang namanya luka karena terjatuh pas main sepeda atau kejar-kejaran dengan teman mah sudah akrab banget. Yaa udah gak kaget lah ya karena Betadine sendiri sudah dipercaya lebih dari 50 tahun di seluruh dunia.

Tapi yang mau saya review kali ini bukan si Betadine Antiseptic Solution alias si obat merah, melainkan Betadine Sabun Cair Antiseptik.

Betadine-Sabun-Cair-29 Review Betadine Sabun Cair AntiseptikBetadine-Sabun-Cair-33 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Sebenarnya faedah dari kita mandi setiap hari 2x sehari itu apa sih buibu? Yaa pastinya supaya terbebas dari kuman-kuman, virus, juga bakteri kan yaa.. Percuma kalau kita mandi tapi ternyata si kuman and the gank ini gak minggat dari tubuh kita. Kalau sudah begitu, mungkin ada yang salah dengan pilihan sabun yang kita pakai.

Terlebih lagi sekarang lagi ramai dibicarakan tentang HFMD, yaitu Hand, Foot & Mouth Disease yang rentan menyerang anak-anak hingga orang dewasa.

“The World Health Organisation (WHO) recorded approximately 2.5 million cases in China, Japan, Singapore, Vietnam and Hong Kong in 2015, with 2 million cases registered in China alone. . According to WHO Guidelines, there are no specific antiviral drugs to treat HFMD.” www.mundipharma.com.sg

Whoaa, banyak banget ya kasusnya di Asia ini, dan ternyata memang belum ada obat yang secara spesifik bisa menyembuhkan kita dari penyakit HFMD ini. Penyakit ini sendiri dapat ditularkan lewat kontak dengan orang yang terinfeksi HFMD. Antara lain lewat air liur, ingus, lendir dan dahak, cairan yang melepuh, ataupun kotoran.

Makanya sebagai emak-emak, saya termasuk yang cerewet nyuruh mas Kal untuk sering-sering cuci tangan. Khususnya dengan sabun antibakterial seperti Betadine Sabun Cair Antiseptik. Karena ternyata kebiasaan baik ini ampuh lho membunuh virus penyebab HFMD.

Yuuk deh saya bahas tentang si Betadine Sabun Cair Antiseptik ini lebih mendalam..

Betadine-Sabun-Cair-41 Review Betadine Sabun Cair AntiseptikBetadine-Sabun-Cair-31 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Kemasan:

Betadine Sabun Cair Antiseptik ini hadir dalam 2 ukuran, 60 ml dan 100 ml. Kemasan yang kecil cocok untuk dibawa traveling mengingat bentuknya yang mungil. Jenis tutupnya adalah press top, jadi gak gampang kebuka dan bocor. Untuk kemasannya sudah pasti keciri banget deh, botolnya berwarna merah dengan tulisan Betadine berwarna biru pada bagian depan kemasan.

Keterangan produk, tanggal kadaluarsa, dan cara pakai dapat kita temukan dengan jelas pada bagian belakang kemasan.

Betadine-Sabun-Cair-54 Review Betadine Sabun Cair AntiseptikBetadine-Sabun-Cair-67 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Kandungan:

Mengandung Povidone Iodine 7.5% yang efektif melindungi kulit dari kuman (bakteri, jamur) penyebab penyakit.

Tekstur, Warna, dan Wangi Betadine Sabun Cair:

Sabun cair ini benar-benar cair, gak kental seperti sabun kebanyakan. Pokoknya kalau lihat sendiri pasti akan bilang ini mirip banget sama Betadine si obat merah, warna sampai baunya pun mirip banget.

Betadine-Sabun-Cair-75 Review Betadine Sabun Cair AntiseptikBetadine-Sabun-Cair-70 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Cara Pakai:

Setelah dituangkan ke telapak tangan, langsung usapkan dan diamkan 15-30 detik, kemudian bilas dengan air bersih.

Betadine-Sabun-Cair-47 Review Betadine Sabun Cair AntiseptikBetadine-Sabun-Cair-79 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

Setelah saya pakai Betadine Sabun Cair Antiseptik ini, ada rasa percaya dan aman bahwa kami sekeluarga sudah terlindungi dari kuman. Oiya, saya juga punya beberapa tips cara mencegah HFMD yang bisa buibu terapkan di keluarga, yaitu:

  • Hindari berdekatan atau kontak fisik dengan orang yang terinfeksi HFMD
  • Jangan berbagi makanan ataupun peralatan makan dengan orang lain kalau kita menduga kita terkena HFMD
  • Jika anak kita sakit, tetaplah di rumah agar tidak menularkan penyakit kepada anak-anak lain.
  • Rajinlah cuci tangan menggunakan sabun antibakterial seperti Betadine Sabun Cair yang sudah terbukti 99,99% membunuh virus penyebab utama HFMD
  • Perbanyak makan buah, sayur, kacang dan biji-bijian untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Jangan lupa juga untuk membawa Betadine Sabun Cair ini ketika akan pergi umroh dan haji yaa buibu.. Hal ini karena di daerah Timur Tengah sana lagi mewabah virus MERS dan SARS. Jadi alangkah baiknya kalau sering cuci tangan dan mandi pakai Betadine Sabun Cair, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. 🙂

P.S: Betadine Sabun Cair Antiseptik ini sekarang juga bisa dibeli secara online di JD.id.

Semoga review ini bermanfaat yaa.. 😉

Wassalamu’alaikum!

Ola Aswandi | Twitter @olanatics | IG olanatics

DO NOT COPY & PASTE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION

Copyright of olanatics.com

betadine2017?pixel Review Betadine Sabun Cair Antiseptik

chart1 Review Betadine Sabun Cair Antiseptik100 unique page views

6 Comments

  1. Baru lahiran udah cakep aja sih laaaa, hihihi. Itu dedeknya gemes amat, kumau satu kek gitu, hahaha. Kepikiran mau pakai ini karena air di rumah lagi rada kurang bagus, huhuhu. Bisa ngga ya itu ola?

  2. Aku juga suka pakai ini. Apalagi kalo bawa anak2 ke tempat umum. Kudu banget dibawa di tas.

  3. Bundo, toss dulu ah kita. Gie (yg belum emak2) aja suka bawa2 BSC yg 60ml apalagi sejak sepupu kena flu singapura 😞

Mana jejaknya?