Renungan: Dibalik Satu Lampu

night-RT-edit Renungan: Dibalik Satu Lampu

Assalamu’alaikum fellow readers!

Hampir sebulan lamanya saya menghilang dari peredaran blog sendiri. Saya lagi kurang rajin alias super malas untuk menulis disini sampai-sampai bikin mulut kering, lidah kelu, sakit pinggang, dan galau berkepanjangan. hehehe. becanda.

Rasa malas yang hinggap juga bukan tanpa sebab sih, tapi karena memang lagi banyak hal yang harus saya urus. Selain tentang kerjaan, kemarin sempat dirundung sedih karena mendapatkan berita yang sedikit bikin galau perihal kesehatan saya, ditambah bumbu-bumbu rumah tangga, dan juga lagi nanny-less seminggu belakangan ini. Alhasil waktu dihabiskan dengan berkutat dengan pekerjaan domestik saja.

Nah kalau teman-teman lihat foto diatas mungkin akan timbul rasa kagum, suka, dan juga damai. Foto ini saya ambil kemarin ketika kami sekeluarga menginap di Bogor. Letak penginapan kami berada di area Gunung Geulis, dan dari lokasi ini memungkinkan saya untuk takjub melihat pemandangan lampu-lampu kota yang indah ini dari kejauhan. Nanti saya akan tulis lebih lengkap mengenai pengalaman saya melepas penat di penginapan ini pada postingan berikutnya yaa.

Sewaktu saya memandangi foto ini lama-lama,

saya jadi berpikir,

“oiya ya… kalau lihat kehidupan orang lain dari jauh dan dari luarnya aja yaa rasanya tuh kayak lihat pemandangan kayak gini.. Berkelip, cantik, nyaman, aman, pokoknya sangat berkilau, flawless – tanpa cela…”

 But, do such life really exist?

Dibalik satu lampu yang menyala..

ada suami istri yang sedang cekcok hingga berurai airmata..

Dibawah satu lampu yang menyala…

ada anak jalanan yang sedang mengamen di jalanan berharap hari belum terlalu malam karena uang yang didapat belum cukup membeli tiket kehidupannya esok hari..

Dibalik satu lampu yang menyala…

ada pasien yang terkulai lemah sambil merintih menahan sakit..

Dibawah satu lampu yang menyala…

para dokter sedang berjuang menyelamatkan nyawa seorang pasien korban kecelakaan..

Dibalik satu lampu yang menyala…

seorang anak menangis merindukan dekapan hangat seorang Ibu yang telah dipanggil sang Khalik..

Dibawah satu lampu yang menyala…

seseorang sedang meregang nyawa, berpisah dengan kehidupan fana yang dijalani dengan sia-sia…

Lalu… Masih kah foto ini terasa indah bagi kita?

Wassalamu’alaikum!

Ola Aswandi | Twitter @olanatics | IG olanatics

DO NOT COPY & PASTE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION

Copyright of olanatics.com

chart1 Renungan: Dibalik Satu Lampu471 unique page views

26 Comments

  1. Di bawah satu lampu, akan menjadi indah saat kita menyadari bahwa dengan lampu itu kita bisa melihat, dengan lampu itu kita bisa menulis, dan dengan lampu itu kita bersama orang-orang terkasih.
    Lalu kenapa kita tidak menyukuri kehadiran lampu itu?

    • inti dari tulisan ini adalah renungan untuk tidak selalu melihat orang lain dari sisi luarnya yang enak-enak saja mas. karena kalau kegunaan lampu sudah pasti banyak yang tahu. yang mau saya tonjolkan memang ironi yg terkandung didalamnya. thanks for visiting! 🙂

  2. Ikutan trenyuh bundo. Iya ya kalau dari kejauhan hidup seseorang sering tampak perfect cakep. Padahal sebenarnya setiap orang juga punya ujiannya sendiri-sendiri :’)

    • iyaaa betul jadi intinya harus bersyukur selalu yaaa mbak Erni.. 🙂

    • biasanya lagi galau kalo tipe tulisannya melankolis begini apikah.. hahahaha..

  3. Hidup indah justru karena banyak lika-likunya, kadang yg sempurna malah bikin bosan *sokbijak* karena kesempurnaan hanya milik Allah semata *kataDorce* 🙂

  4. Komposisi fotonya pas.. font & warna captionnya juga kontras, jadi dalam banget dilihatnya kayak quotes-quotes di tumblr hehehe..

    Tulisannya warbiyasaaaak 😊🖒

    • aaaaak maaaci bu dokterrr.. Bundo lagi bener berarti pas nulis ini hahaha..

  5. Bacanya jadi berkaca2 😢 iya kadang suka liat hidup orang lain kok kayaknya enak banget… apalagi ada socmed. Eh padahal semua orang punya drama masing2 pastinya yaa

    • kalau socmed pasti yang ditampilin yang bagus2 aja yaa Tia.. karena kalau posting foto lagi nangis akan dibilang galau.. 😀

  6. Kadang suka mikir ih ini orang flawless amat hidupnyaaa.. Padahal mah tiap orang punya dramanya masing2. Sebulan absen langsung jleb deh olaaaa.. Hihi.

    • hihihi edisi pengen galau curcol tapi gak mau terlalu obvious gituhh Lisnaa.. hehehee

  7. sukaaa banget postingannya bundo :*
    jadi ngingetin kata pepatah “don’t judge people untill you live a day in their lives”
    kadang kita suka liat yang bagus atau senengnya dulu ya, padahal mungkin ada cerita sedih dibalik itu :’)

    • aiiih terima kasiiih Inggaa.. Iya bener banget itu pepatahnya.. semua ada 2 sisi mata uang lah yaa ibaratnyaa.. *jadi bales-balesan pepatah* 😀

  8. Dan kemudian merefleksikN diri, kalau sekarang aku anggap sedang punya masalah pasti ada orang yang punya masalah lebih berat dari aku.

    Thanks Ola for this reminder.

  9. Ih kamuh.. Puitis sekali. Aku tertohok rasanya. Eh tapi. Terlepas dari rasa tertohok.. Foto itu adalah salah satu pemandangan yang aku suka. Malem dan banyak lampu.

    • Iyaa aku pun suka pemandangan ini.. tapi emang dasar lagi mellow yesss.. semua jd drama hahaha.

  10. Bener banget, bundo. Kadang kalo cuma merhatiin dari luar kita pikir keliatan indah. Seperti kata lagu, yg berkilau belum tentu indah. *tsaah. Siapa tau malah dibalik lampu yg redup itu ada yg lagi bercinta, hahahahahahhahahaha. *dijitak

Mana jejaknya?